Kementan: Investasi di Sektor Pertanian Masih Terpusat di Jawa


Dec 26, 2016 by Disnak Jabar   Tags      Dibaca : 741 Kali
 

Banyak cara dilakukan pemerintah untuk mempercepat swasembada daging sapi. Salah satunya dengan menggenjot sebanyak mungkin investasi yang masuk ke sektor peternak.

Namun demikian, menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita, investasi di sektor peternakan tersebut sangat timpang lantaran sebagian besar berada di Pulau Jawa.

"Realisasi peternakan masih terpusat di Jawa, kalau bisa masalah ini diatasi, akar masalah ada di Jawa, (persebaran) terpusat penyakit di Jawa, kepadatan penduduk di Jawa," jelas Ketut di acara Review Kebijakan Peternakan 2016 di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Menurut dia, investor lebih mengincar Pulau Jawa lantaran lebih dekat dengan akses pasar. Di sisi lain, infrastruktur di luar Pulau Jawa masih buruk.

"Pasarnya kan di Jawa. Lebih murah bawa sapi di Bogor daripada dari Lampung. Ongkos beternak juga lebih murah, bawa ke sininya juga mahal," jelas Ketut.

Soal bagaimana agar investasi peternakan bisa mengalir ke luar Pulau Jawa, Kementan mencoba membantu menyiapkan lahan untuk peternakan skala besar bagi investor.

"Kita dorong kan ke pinggiran atau perbatasan seperti Kalimantan Utara, Aceh, NTT, NTB. Karena di sana harus ekstensif maka butuh lahan besar dan investasi besar. Kalau sekarang kan belum bisa, SDM juga kurang di luar Jawa," ujar Ketut.

Dia mencatat, untuk realisasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) di sektor peternakan hingga September 2016 sebesar Rp 408 miliar. Sementara untuk realisasi PMA (Penanaman Modal Asing) di periode yang sama sebesar US$ 39 juta atau Rp 5,26 triliun.

"Realisasinya di peternakan masih terpusat di Jawa yakni sebesar 72%, sisanya berada di luar Jawa. Dengan investasi terbesar masih didominasi unggas dengan persentase 97% dari total PMDN, dan 47% dari PMA," ungkap Ketut


Share this Post :

Sorotan