LIMBAH COKLAT SEBAGAI BAHAN PAKAN AYAM KAMPUNG


Jul 10, 2015 by Disnak Jabar    Dibaca : 1606 Kali
 

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya hayati yang berlimpah, salah satunya tanaman coklat atau istilah kerennya cacao yang dikategorikan tanaman industri. Tanaman industri termasuk coklat ternyata sebagian besar (± 60%) dibudidayakan di perkebunan rakyat sedang sisanya di perkebunan besar yang dikelola pihak swasta dan BUMN.
Menurut data Ditjen Perkebunan tahun 2010 – 2011, luas areal perkebunan di Indonesia mencapai 19,5 hektar, diantaranya perkebunan coklat 1.745.789 hektar yang merupakan ranking ke-4 setelah kelapa sawit ( 7.824.623 ha), kelapa ( 3.813.779 ha) dan karet ( 3.450.144 ha). Maka potensi limbah tanaman coklat cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan pakan ternak, termasuk bahan pakan ayam kampung.
Ayam kampung sejak lama sudah akrab dengan kehidupan pedesaan, dalam arti kehidupan rakyat yang mengusahakan perkebunan rakyat, termasuk perkebunan coklat dimana limbah coklat tersedia berlimpah tetapi belum maksimal dimanfaatkan untuk mensubsitusi bahan pakan ayam yang biasa digunakan seperti jagung dan dedak yang semakin hari terus melambung harganya. Petani peternak sudah saatnya mengambil peluang kehadiran tanaman coklat beserta limbahnya ini untuk  pakan ayamnya.

 
 


Share this Post :