CARA TEPAT PENYEDIAAN HIJAUAN PAKAN TERNAK


Jan 07, 2016 by Disnak Jabar    Dibaca : 699 Kali
 




CARA TEPAT PENYEDIAAN HIJAUAN PAKAN TERNAK
Siti Rochani, SPt,MM
Widyaiswara
Keberhasilan suatu peternakan dapat dilihat dari kuantitas pakan yang diberikan. Pakan merupakan  bahan baku yang dikonsumsi oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan  energi / zat nutrisi dalam ransum makanannya. Pakan yang diberikan harus mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh ternak dalam hidupnya seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral dan air (Parakkasi,1995).  Bagian terbesar dari pakan ternak ketersediaannya  tergantung dari tanaman.  Keberadaan sumberdaya tanaman pakan dipengaruhi oleh  unsur lingkungan baik fisik maupun hayati yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pakannya. Jumlah nutrisi setiap harinya sangat tergantung kepada jenis ternak, umur, fase, kondisi tubuh dan lingkungan tempat hidupnya serta berat badannya. Sistem penyedian pakan di Jawa Barat mempunyai karakteristik ketergantungan terhadap sistem pertanian yang ada di suatu wilayah berupa hijauan. Hijuan dalam hal ini adalah rumput. Rumput merupakan bahan pakan ternak yang sangat diperlukan dan besar manfaatnya bagi kehidupan dan kelangsungan usaha peternakan. Ternak membutuhkan pakan hijuan hamper 70-80% setiap harinya sehingga sangat penting sekali untuk ketersediaan pakannya. 
Rumput sangat menghendaki tanah yang gembur dan subur. Rumput Tanah yang miskin hara dan padat sebaiknya dipupuk dahulu baik dengan pupuk kandang, ataupun pupuk buatan. Waktu pengelolaan tanah hendaklah dilaksanakan pada akhir musim kemarau sehingga dapat ditanami pada awal musim hujan. 
Hal hal yang  perlu diperhatikan dalam persiapan penanaman hijauan makanan ternak adalah : 
1.
PEMILIHAN LOKASI 
Dalam menetapkan lokasi untuk penanaman rumput harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut di bawah ini (kalau seandainya rumput itu ditanam di tanah khusus) 
IKLIM
TOPOGARAFI
KESUBURAN TANAH
SUMBER AIR
KOMUNIKASI
- Curah
  Hujan
-  - Tem   
   peratur
 - Tinggi 
    tempat 
Jangan terlalu miring
Kesuburan fisik:
* Struktur tanah
* Kedalaman
Kesuburan kimia:
* Unsur hara yang Tersedia dalam Tanah
 
Tersedia se-
panjang tahun
Mudah dicapai


 
 


2.
JARAK SUMBER AIR 
* Topografi daftar/ lantai jarak maksimum sumber air : 4.5-5 km.
* Topografi bergelombang jarak maksimum sumber air : 3 – 4 km.
* Topografi berbukit jarak maksimum sumber air : 2 – 2.5 km.

3.
PEMILIHAN JENIS TANAMAN 
    Disesuaikan dengan :
a.
Faktor lingkungan setempat.
b.
Sistim penyajian (apakah untuk penggembalaan atau potongan )
 
 

4.
PENGOLAHAN TANAH : 
Tujuan :  a. Membersihkan tanah dari tumbuhan liar.
    b. Menjamin system perakaran yang sempurna.
c. Mempertinggi daya manfaat zat-zat hara.
d. Memperbaiki aerasi dan kelembaban tanah.
e. Menjamin pertumbuhan awal.
f. Memperhatikan kelestarian kesuburan tanah dan persediaan air.
Tahap-tahap pengolahan :
a.
Pembersihan Tanah ( land clearing)
- dengan traktor
- dengan  penebangan biasa.
b.
Pembajakan : Memecahkan tanah menjadi bongkah-bongkah. Setelah tanah dibajak biarkan selama 7 – 10 hari agar tanah  menjadi masak
c.
Penggaruan : memecahkan bongkah tanah menjadi lebih kecil/ halus pada waktu ini dapat dilakukan pemupukan awal / dasar dengan menggunakan :
-
pupuk kandang.
-
TSP

5.
TANAMAN
Rumput dapat di tanam dengan menggunakan berbagai tanam tergantung dari jenis rumput yaitu :
a.
Dengan biji.
b.
Dengan pols ( sobekan rumpun )
c.
Dengan stek ( potongan batang ). Tiap stek minimum terdiri dari 2 buku dengan panjang antara 20 – 25 cm.
 
 

Jarak tanam :
a.
Biji  : disebar secara merata.
b.
Pols dan stek tergantung dari kesuburan tanahnya.
- Pada tanah subur 
: 60 x 90 cm
- Pada tanah kurang subur
: 60 x 60cm

6.
PENGGUNAAN PUPUK 
1.
Pupuk Urea penggunaan sebanyak 150 – 200 kg/ha/ tahun waktu penggunaan ketika umur tanaman 2 minggu dengan cara menaburkannya pada larikan, pemupukan diulangi tiap setelah 2-4 kali pemotongan
2.
Pupuk TSP penggunaan sebanyak 20 ton/ha/tahun waktu penggunaan 1 – 2 minggu sebelum rumput ditanam. Pemberian TSP diulangi tiap 6 bulan
     .
3.
Pupuk kandang penggunaan sebanyak 20 ton/ha/tahun dengan waktu pemberian bersamaan dengan waktu pengolahan tanah dengan hanya dilakukan sekali..
* Catatan : Untuk kacang-kacangan tidak perlu di pupuk dengan pupuk N.

7.
WAKTU PEMOTONGAN
a.
Untuk rumput-rumputan : Pemotongan pertama dilakukan pada umur antara 50-60
hari, lalu diulangi tiap 40 hari sekali. Waktu pemotongan disiarkan batang dengan jarak antara 10-15 cm dari permukaan tanah.
b.
Untuk kacang-kacangan : pemotongan pertama dapat dilakukan pada umur tanaman 6-9 bulan dan pemotongan dapat siulangi setiap 4 bulan sekali.
 
 

8.
PEREMAJAAN
Rumput gajah dan rumput benggala diremajakan setelah umur antara 3-4 bulan.
Cara :

= Rumput Lama
0  
= Rumpt Baru
Setiap setelah panen jangan lupa kebun rumput diberi pupuk dan tanah sekitarnya dibalikan dengan cangkul untuk menjaga kesuburannnya. Setelah tanaman baru tumbuh baik, tanaman lama di bongkar .
Kesuburan lahan, akan mencerminkan kemampuan produksi hijauan yang dihasilkan. Potensi lingkungan yang dapat menunjang ketersediaan hijauan pakan ternak sepanjang tahun serta diharapkan para peternak harus mengetahui cara pengolahan hijauan pakan ternak.
Semoga bermanfaat.


DAFTARPUSTAKA


Rukmantoro Salim,, dkk, Buku Petunjuk Bimbingan Teknologi Demontrasi Farm,Budidaya Keun Rumput, JICA cetakan revisi tahun 2013

Abdullah F Alim, dkk, Buku Petunjuk Teknologi Sapi Perah di Indonesia; Pakan dan Tatalaksana Sapi Perah, JICA cetakan Revisi tahun 2007

Anggrodi R. 1990.  Ilmu Makanan Ternak Umum.  Cetakan Ketiga.  Jakarta: PT. Gramedia.

Heyne K, Tumbuhan Berguna Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan RI Jakarta 1987.


 
 


Share this Post :